
“Kapan waktu yang tepat membuat founders agreement? Pahami panduan waktu terbaik dan risiko fatal menunda perjanjian antar founder sebelum bisnis hancur.”
Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pendiri bisnis saat berkonsultasi dengan tim hukum kami adalah: “Kapan sebaiknya kami membuat Founders Agreement?”
Jawabannya sederhana: Secepatnya. Bahkan, lebih cepat jauh lebih baik.
Banyak founder terjebak dalam ilusi “saling percaya” di awal mula merintis usaha. Padahal, sebuah perjanjian antar founder paling efektif dan mudah disusun justru saat keadaan sedang baik-baik saja, sebelum ada perputaran uang yang besar, dan saat ego semua pihak masih sangat terkendali.
Lalu, kapan membuat founders agreement yang paling ideal? Berikut adalah panduan waktu penyusunannya berdasarkan tingkat risiko bisnis Anda.
Kapan Membuat Perjanjian Antar Founders?
Sebelum Membayar Modal Awal
Ketika Anda baru saja memutuskan untuk membangun usaha bersama, ini adalah waktu yang tepat membuat founders agreement. Pada fase ini, belum ada pembayaran apa pun ke kas perusahaan dan belum ada dokumen resmi. Secara psikologis, semua founder masih sangat idealis, objektif, dan mudah untuk mencapai kata sepakat (win-win solution).
Saat akan Membayar Modal Awal
Sebelum ada uang masuk ke dalam usaha, sudah harus adanya Perjanjian Antar Founders. Apabila salah satu Founders transfer uang sebesar Rp200.000.000 tanpa Perjanjian Antar Founders, siapakah yang berhak untuk mendapatkan uang tersebut di kemudian hari? Hal ini dapat dijawab oleh Perjanjian Antar Founders.
Sebelum Ada Investor
Saat Venture Capital (VC) atau Angel Investor tertarik dengan usaha Anda, dokumen pertama yang akan mereka minta dalam proses Due Diligence (Uji Tuntas) adalah Founders Agreement. Apabila Anda tidak memilikinya, investor akan meragukan profesionalitas tim Anda. Kesepakatan investasi bisa tertunda berbulan-bulan, atau lebih buruk lagi, investor mundur teratur karena takut terseret konflik internal di masa depan.
- Saat Usaha Sedang Bertumbuh
Apabila usaha sudah berjalan 3-6 bulan dan ada pertanyaan internal “Berapa ya equity A sebenarnya?” Walau cukup terlambat dan para pihak kemungkinan besar akan lebih sukar dalam negosiasi, Perjanjian Antar Founders tetap harus disusun.
- Saat Ada Konflik
Perselisihan sudah mulai terjadi mengenai keputusan, equity, atau peran antar founders. Untuk melakukan negosiasi mengenai Perjanjian Antar Founders pun lebih susah dan para pihak dapat menganggap tidak adil. Biaya yang harus dikeluarkan untuk resolusi konflik pun bisa jauh lebih mahal.
Baca juga : Jangan Mau Didepak! Pahami Hak Pemegang Saham Minoritas PT
Kapan Perjanjian Antar Founders Wajib Ada?
| Situasi | Alasan | Risiko Jika Tidak Ada |
| Ada lebih dari satu founder | Siapa yang memiliki berapa saham? | Sengketa kepemilikan |
| Founder memiliki peran berbeda | Siapa tanggung jawabnya? | Konflik mengenai tugas, kewajiban, dan hak |
| Ada founder yang akan masuk atau keluar | Bagaimana proses buyout? | Founder keluar dengan saham |
| Ada investor eksternal | Investor meminta kejelasan | Kesepakatan tertunda, investor mundur |
Baca juga : Awas Pecah Kongsi! Pentingnya Founders Agreement Sebelum Bikin PT
Apa yang Terjadi Apabila Penyusunan Perjanjian Antar Founders Ditunda?
Beberapa skenario yang mungkin terjadi apabila penyusunan Perjanjian Antar Founders ditunda atau tertunda adalah berikut :
1. Skenario 1
Founder bekerja satu tahun, lalu ingin keluar. Tanpa Perjanjian Antar Founder, A mengklaim 30% namun founder lainnya mengatakan bahwa A hanya berhak 10%. Sengketa dimulai dan tentu ini memakan banyak biaya.
2. Skenario 2
Venture Capital (VC) tertarik untuk melakukan investasi sebesar Rp 3 miliar namun ingin melihat Perjanjian Antar Founders terlebih dahulu. Bagi VC, dengan adanya Perjanjian Antar Founders menjadi keringanan karena mengetahui hubungan usaha antar founders. Apabila tidak ada perjanjian tersebut, VC dapat berubah pikiran untuk tidak investasi atau tetap ingin lanjut dengan syarat Perjanjian Antar Founders. Hal ini tentu menunda operasi usaha.
3. Skenario 3
Founder B dan Founder C saling klaim 50% karena alasan yang berbeda. Tanpa adanya kejelasan, pertengkaran dapat terjadi berbulan-bulan tanpa solusi.
Beberapa skenario di atas untuk mencerminkan pentingnya penyusunan Perjanjian Antar Founder. Dengan adanya Perjanjian Antar Founders, skenario seperti pertengkaran antar founders dan keraguan investor dalam investasi dapat diantisipasi.
Bagaimana Memulai Penyusunan Perjanjian Antar Founders?
- Tentukan Timeline
Para founders sepakat bahwa Perjanjian Antar Founders sudah harus jadi dalam kurun waktu tiga minggu. Maksimal sebelum meeting dengan investor dan/atau transfer modal.
- Diskusi Internal
Sepakat tentang equity split, peran, vesting schedule, dan kondisi apabila ada founder yang ingin keluar.
- Konsultasi dengan Lawyer
Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan konsultasi dengan lawyer jauh lebih murah dibanding dengan sengketa nanti.
- Draft, Review, dan Tandatangan
Semua founder terlibat dengan penyusunan Perjanjian Antar Founder, tandatangan, dan masing-masing founder memiliki salinan dari Perjanjian Antar Founders tersebut.
Jangan biarkan bisnis yang Anda rintis susah payah hancur lebur hanya karena Anda meremehkan selembar dokumen legal. Sengketa “pecah kongsi” sering kali berujung pada kebangkrutan PT.
Untuk melindungi Anda dari risiko tersebut, LEGALO X Smartlegal.id secara eksklusif mengundang Anda dalam event:
“SALAH BAGI SAHAM BISA FATAL: FOUNDER WAJIB PAHAM INI SEBELUM BANGUN PT BARENG PARTNER”
Bersama pakar hukum korporasi, Sekar Ayu Primadani (Partner BP Lawyers Counselors At Law), kita akan membedah:
- Kenapa Banyak Founder Bermasalah Setelah PT Berdiri?
- Founders’ Agreement Vs Akta Pendirian PT: Apa Bedanya?
- Modal PT Bukan Formalitas: Apa Risiko Jika Tidak Disetor Nyata?
- Klausul Wajib & Cara Mengamankan Hak Anda di Dalam Founders’ Agreement.
- Kapan Founder Bisa Dimintai Tanggung Jawab Pribadi (Piercing the Corporate Veil)?
Catat Jadwalnya!

DAFTAR SEKARANG:https://legalo.id/DaftarWebinarFA
Author : Andrea Tiorein
