Posted in

Awas Salah! Ini Pihak yang Sebaiknya Mendaftarkan Merek Skincare Maklon

mendaftarkan merek skincare

“Memulai bisnis kecantikan dengan jasa maklon? Pahami risiko hukum dan aturan siapa yang berhak mendaftarkan merek skincare.”

Memulai bisnis skincare kini tidak selalu harus memiliki pabrik sendiri. Anda dapat menggunakan jasa maklon untuk memproduksi produk sesuai dengan konsep dan kebutuhan brand tanpa membangun fasilitas produksi sendiri. 

Dalam skema ini, pemilik brand bekerja sama dengan industri kosmetik sebagai pihak yang memproduksi barang. Namun, siapa yang seharusnya memiliki dan mendaftarkan merek skincare tersebut? 

Pabrik Maklon Bukan Berarti Pemilik Merek 

Dalam kerja sama maklon, terdapat perbedaan antara pihak pemberi kontrak dengan penerima kontrak. 

Pemberi kontrak merupakan pihak yang meminta produksi kosmetik dilakukan, sedangkan penerima kontrak merupakan industri kosmetik yang memproduksi produk tersebut. 

Pihak yang membuat atau memproduksi skincare tidak otomatis menjadi pemilik brand. Misalnya, Anda memiliki brand skincare bernama “Heal Skin” dan menggunakan jasa PT JKL sebagai pabrik maklon. PT JKL hanya memproduksi rangkaian skincare berdasarkan formula dan spesifikasi yang telah disepakati. . 

Hak atas Merek Diperoleh Setelah Merek Terdaftar

Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur bahwa hak atas merek diperoleh setelah merek tersebut terdaftar. Artinya, penggunaan nama brand dalam kegiatan perdagangan saja tidak sama dengan memiliki hak eksklusif atas merek tersebut. 

Bagi pemilik brand skincare, pendaftaran merek penting untuk dilakukan karena nama brand akan digunakan pada berbagai titik bisnis, mulai dari kemasan, iklan, marketplace, media sosial, hingga kerja sama dengan distributor atau retailer. 

Apabila merek didaftarkan atas nama pihak lain, pemilik bisnis dapat menghadapi persoalan ketika hubungan kerja sama tersebut berakhir. 

Baca juga: Pentingnya Prinsip First to File dari Perspektif Hukum dalam Sengketa Merek Terkenal

Bagaimana Jika Merek Didaftarkan Atas Nama Pabrik Maklon? 

Misalnya, sebuah brand skincare menggunakan jasa PT JKL sebagai maklon. Karena proses administrasi lebih mudah, merek didaftarkan atas nama PT JKL. Beberapa tahun kemudian, brand tersebut berkembang dan pemiliknya ingin berpindah ke pabrik maklon lain karena membutuhkan kapasitas produksi yang lebih besar. 

Secara administratif, nama merek terdaftar atas nama PT JKL. Sementara itu, pihak yang selama ini membangun reputasi, melakukan pemasaran, memperoleh pelanggan, dan mengembangkan brand adalah pemilik bisnis skincare. 

Jika sejak awal tidak ada pengaturan yang jelas mengenai kepemilikan merek, perpindahan pabrik dapat menjadi jauh lebih rumit. Persoalannya bukan hanya mengenai siapa yang membuat produknya, tetapi siapa yang memiliki hak atas identitas brand tersebut. 

Apa yang Harus Diatur dalam Perjanjian Maklon? 

Karena hubungan antara pemilik brand dengan pabrik maklon didasarkan pada kerja sama kontrak, maka perjanjian maklon sebaiknya mengatur berbagai aspek yang berkaitan dengan brand dan produk. 

1. Kepemilikan Merek

Pastikan kontrak menjelaskan siapa pemilik merek yang digunakan pada produk. Jika merek merupakan milik pemberi kontrak, hal tersebut sebaiknya dinyatakan secara jelas untuk menghindari perbedaan penafsiran di kemudian hari.

2. Formula dan Pengembangan Produk

Jika formula di kembangkan secara khsuus untuk brand tersebut, maka perlu diperjelas siapa yang memiliki hak atas formula, hasil pengembangan, serta dokumentasi terkait produk.

3. Kemasan dan Desain

Desain kemasan, logo, dan nama produk dapat menjadi aset bisnis. Karena itu, perlu ditentukan siapa yang memiliki dan berhak menggunakan elemen-elemen tersebut setelah kerjasama berakhir.

4. Pengakhiran Kerja Sama

Misalnya, apakah pemilik brand dapat langsung memindahkan produksi ke pabrik lain? Bagaimana dengan stok yang masih tersisa? Bagaimana penggunaan merek setelah kontrak berakhir? Hal-hal seperti ini perlu ditentukan sejak awal daripada diperdebatkan ketika hubungan bisnis sudah tidak berjalan dengan baik.

Baca juga: Simak Aspek Legal Bisnis yang Diperlukan Untuk Membuka Usaha

Menggunakan jasa maklon memang dapat menjadi solusi praktis bagi pelaku usaha yang ingin memulai bisnis skincare tanpa memiliki fasilitas produksi sendiri. Namun, kemudahan produksi tidak boleh membuat aspek kepemilikan brand diabaikan. 

Tim konsultan Merek dari Legalo siap mengamankan aset brand Anda sejak hari pertama. Kami melayani penelusuran potensi kemiripan nama di DJKI, bantuan mendaftarkan merek skincare secara tepat sasaran, hingga review draf Perjanjian Maklon Kosmetik (Drafting Contract) yang melindungi kepentingan Anda secara mutlak.

Jangan Sampai Brand Anda Disandera Pabrik! Konsultasikan Perlindungan Merek dan Perjanjian Maklon Anda Bersama Legalo Sekarang.

Author: Andrea Tiorein

Dapatkan informasi lebih banyak melalui

Berbisnis Makin Optimis

Artikel Pilihan Untukmu