Cara Memilih KBLI 2025 di OSS RBA: Tips dan Trik yang Wajib Diketahui Pelaku Usaha

cara memilih KBLI 2025

“Masih bingung cara memilih KBLI 2025 di OSS RBA? Simak tips dan trik resmi terbaru agar tidak salah klasifikasi, izin bermasalah, dan risiko usaha keliru.”

Pemberlakuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (Peraturan BPS 7/2025) membawa konsekuensi penting bagi seluruh pelaku usaha yang mengurus perizinan melalui Online Single Submission Berbasis Risiko (OSS RBA). 

Sejak KBLI 2020 resmi dicabut, seluruh proses perizinan, pelaporan investasi, hingga penilaian risiko usaha kini mengacu pada KBLI terbaru.

Dalam praktiknya, masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam menentukan KBLI yang tepat. Padahal, kesalahan memilih KBLI dapat berdampak pada ketidaksesuaian izin, keliru dalam penetapan tingkat risiko, hingga terhambatnya kegiatan usaha. 

Oleh karena itu, memahami cara memilih KBLI 2025 pada OSS RBA menjadi langkah krusial agar usaha berjalan aman secara hukum.

Baca Juga: Panduan Jasa Perubahan KBLI 2025, Biaya, dan Prosedurnya di OSS Terbaru

Perbedaan Pendekatan KBLI 2025 dan KBLI 2020 yang Wajib Dipahami

Sebelum membahas cara menentukan KBLI 2025, pelaku usaha perlu memahami perubahan pendekatan klasifikasi yang kini lebih substantif dan berbasis aktivitas nyata.

Beberapa perubahan penting antara lain:

1. Jasa Intermediasi Tidak Lagi Disamaratakan

Platform digital kini diklasifikasikan berdasarkan jasa yang diintermediasikan, bukan sekadar teknologi, contohnya:

  • Platform belanja online: intermediasi perdagangan
  • Platform konsultasi kesehatan: intermediasi jasa kesehatan

2. Pengakuan Factoryless Goods Producers (FGP)

Pelaku usaha tanpa pabrik sendiri, tetapi menguasai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan proses produksi melalui pihak ketiga, kini diklasifikasikan sebagai industri (Kategori C), bukan perdagangan.

3. Klasifikasi Spesifik Aktivitas Digital

KBLI 2025 memisahkan aktivitas:

  • Podcast audio
  • Podcast video
  • Streaming audio on demand
  • Streaming video on demand

Hal ini memberi kepastian hukum bagi pelaku usaha ekonomi kreatif digital.

4. Pembedaan Kegiatan Lingkungan dan Energi

Aktivitas penangkapan karbon, penyimpanan karbon, hingga pembangkitan listrik kini dipisahkan berdasarkan fungsi dan sumber energi, sejalan dengan kebijakan transisi energi nasional.

Baca Juga: OSS Terbaru 2026: Pelaku Usaha Wajib Pahami Izin dan Risiko Usaha

Cara Memilih KBLI 2025 pada OSS RBA

1. Identifikasi Kegiatan Usaha yang Paling Dominan

Tips pertama dalam cara menentukan KBLI 2025 adalah memahami secara utuh kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan. Penentuan KBLI tidak didasarkan pada media atau platform yang digunakan, melainkan pada aktivitas utama yang menghasilkan pendapatan.

Sebagai contoh, usaha berbasis aplikasi digital belum tentu masuk kategori teknologi informasi. Apabila aplikasi tersebut berfungsi sebagai perantara jasa, maka klasifikasi KBLI mengikuti sektor jasa yang diintermediasikan.

2. Pahami Kategori dan Subgolongan KBLI 2025

KBLI 2025 membagi kegiatan usaha ke dalam kategori A sampai dengan V. Setelah menentukan kategori besar yang sesuai, pelaku usaha wajib menelusuri subgolongan KBLI beserta uraian aktivitasnya.

Pengelompokan ini menjadi kerangka awal sebelum pelaku usaha menelusuri subgolongan dan kode KBLI yang lebih spesifik. Adapun KBLI 2025 memuat pengelompokan sebagai berikut (Pasal 3 Peraturan BPS 7/2025):

  • A: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
  • B: Pertambangan dan Penggalian
  • C: Industri
  • D: Penyediaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan Udara Dingin
  • E: Penyediaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Penanganan Limbah, dan Remediasi
  • F: Konstruksi
  • G: Perdagangan Besar dan Eceran
  • H: Transportasi dan Penyimpanan
  • I: Aktivitas Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
  • J: Aktivitas Penerbitan, Penyiaran, serta Produksi dan Distribusi Konten
  • K: Aktivitas Telekomunikasi, Pemrograman Komputer, Konsultansi, Infrastruktur Komputasi, dan Jasa Informasi Lainnya
  • L: Aktivitas Keuangan dan Asuransi
  • M: Aktivitas Real Estat
  • N: Aktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis
  • O: Aktivitas Administratif dan Penunjang Usaha
  • P: Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan, serta Jaminan Sosial Wajib
  • Q: Pendidikan
  • R: Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial
  • S: Kesenian, Olahraga, dan Rekreasi
  • T: Aktivitas Jasa Lainnya
  • U: Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja dan Aktivitas Produksi Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga untuk Keperluan Sendiri yang Tidak Terdiferensiasi
  • V: Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya

Pemahaman terhadap pengelompokan KBLI tersebut sangat penting karena menjadi titik awal dalam cara menentukan KBLI 2025. Kesalahan dalam menempatkan kegiatan usaha pada pengelompokan yang tepat dapat berujung pada pemilihan subgolongan KBLI yang tidak sesuai dan berdampak pada perizinan berusaha melalui OSS RBA.

3. Perhatikan Keterkaitan KBLI dengan Risiko dan Perizinan

Dalam sistem OSS Berbasis Risiko, setiap KBLI telah diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko usaha, mulai dari risiko rendah, menengah, hingga risiko tinggi. Penetapan tingkat risiko ini tidak bersifat administratif semata, melainkan menentukan jenis perizinan berusaha yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha.

Pada kegiatan usaha dengan risiko rendah, pelaku usaha pada umumnya cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Namun, untuk kegiatan dengan tingkat risiko menengah hingga tinggi, pelaku usaha diwajibkan memenuhi persyaratan tambahan, seperti izin usaha, izin operasional, sertifikasi, atau pemenuhan standar tertentu sesuai sektor terkait.

Oleh karena itu, dalam praktik cara menentukan KBLI 2025, pelaku usaha perlu menerapkan pendekatan yang cermat dan berlapis, antara lain dengan:

  • Mengidentifikasi pengelompokan usaha yang paling mencerminkan kegiatan utama
  • Menelusuri subgolongan KBLI yang tersedia dalam pengelompokan tersebut
  • Memahami uraian kegiatan usaha secara menyeluruh
  • Memastikan kesesuaian antara KBLI, model bisnis, dan sumber pendapatan utama

Pendekatan ini penting untuk menghindari kesalahan penentuan KBLI, seperti memilih KBLI perdagangan untuk kegiatan yang secara substansi merupakan industri atau jasa profesional, yang dapat berujung pada ketidaksesuaian izin dan kendala pemenuhan kewajiban perizinan maupun pelaporan usaha.

Baca Juga: KBLI 2025 Resmi Berlaku, Jangan Sampai Kegiatan Usaha Perusahaan Tidak Lagi Selaras dengan Regulasi

Tips dan Trik Cara Menentukan KBLI 2025 yang Tepat

1. Jangan Hanya Menyalin KBLI Lama

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menggunakan KBLI yang terdaftar pada KBLI 2020 tanpa melakukan penelaahan ulang. Perlu dipahami bahwa KBLI 2020 telah dicabut dan digantikan oleh KBLI 2025, sehingga tidak seluruh kode maupun uraian kegiatan masih relevan. 

Dalam menentukan KBLI 2025 pada OSS RBA, pelaku usaha perlu memahami bahwa setiap kegiatan usaha dikelompokkan ke dalam pengelompokan lapangan usaha sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Peraturan BPS 7/2025.

Pelaku usaha wajib menyesuaikan KBLI dengan klasifikasi terbaru agar sesuai dengan ketentuan perizinan berusaha yang berlaku saat ini.

2. Fokus pada Substansi Kegiatan Usaha

Penentuan KBLI harus didasarkan pada aktivitas usaha yang benar-benar dijalankan, bukan pada istilah umum, label bisnis, atau strategi pemasaran. Misalnya, penggunaan platform digital tidak serta-merta menjadikan usaha masuk ke sektor teknologi. Yang menjadi penilaian utama adalah fungsi ekonomi dan output kegiatan usaha, apakah sebagai produsen, pedagang, penyedia jasa, atau perantara.

3. Perhitungkan Implikasi Risiko dan Perizinan

Setiap KBLI memiliki konsekuensi hukum yang berbeda, terutama terkait tingkat risiko usaha dan jenis perizinan yang wajib dipenuhi. Beberapa KBLI cukup dengan NIB, sementara lainnya mengharuskan pemenuhan izin usaha, izin operasional, sertifikasi, atau standar tertentu. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami sejak awal kewajiban yang melekat pada KBLI yang dipilih.

4. Gunakan Lebih dari Satu KBLI jika Diperlukan

OSS RBA memungkinkan pelaku usaha untuk mencantumkan KBLI utama dan KBLI tambahan, sepanjang masih relevan dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Penggunaan lebih dari satu KBLI dapat menjadi solusi bagi usaha dengan model bisnis yang beragam, asalkan seluruh KBLI tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan operasional.

Segera Daftar untuk Acara KBLI & OSS 2026: Era Baru, Aturan Baru, Risiko Mengancam! Dapatkan pemahaman mendalam tentang perubahan besar dalam sistem KBLi & OSS 2026 bersama para ahli hukum terkemuka.

Hanya Tersedia 30 Kursi!

Hindari salah KBLI dan izin bermasalah. Konsultasikan penentuan KBLI 2025 dan OSS RBA usaha Anda bersama Legalo sekarang juga!

Author : Kunthi Mawar Pratiwi

Editor : Genies Wisnu Pradana

Posted in