Posted in

Investor Masuk? Hati-Hati Aturan Pengalihan Hak Merek 

pengalihan hak merek

“Belajar dari kasus CHERIA! Pahami aturan lisensi dan pengalihan hak merek agar aset kekayaan intelektual founder aman saat investor masuk.”

Bagi founder yang sedang membuka bisnis kepada investor, masuknya modal bukan hanya soal pembagian saham dan pendanaan, tetapi juga soal siapa yang memiliki dan mengendalikan aset penting seperti merek, logo, desain, domain, dan kekayaan intelektual lainnya. Sengketa CHERIA menjadi salah satu contoh mengapa persoalan tersebut perlu diperhatikan sejak awal.

Sekilas tentang Sengketa Merek CHERIA 

Kasus perebutan brand Cheria Holiday menjadi alarm keras bagi para pelaku usaha. Dalam perjalanannya, keluarga pendiri bermitra dengan pihak investor melalui PT Cheria Halal Wisata (CHW). Komposisi saham terbagi antara investor PT Cheria Investama Abadi (49%) dan PT Nanotech Investama Global (51%).

Perselisihan manajemen kemudian meruncing dan merembet pada sengketa kepemilikan aset intelektual. Perkara ini bahkan bermuara di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Kasus ini menyoroti betapa krusialnya pengaturan lisensi atau pengalihan hak merek sebelum operasional bisnis berjalan bersama pihak ketiga.

(Catatan: Mengingat perkara ini masih berjalan, artikel ini tidak bermaksud memvonis pihak yang benar atau salah, melainkan mengambil esensi pembelajaran hukum korporasinya).

Aset Founder Tidak Otomatis Menjadi Aset Perusahaan 

Founder dapat memiliki berbagai aset yang digunakan dalam menjalankan bisnisnya, seperti merek, logo, domain, hak cipta, resep atau formula tertentu, dan kekayaan intelektual lainnya. 

Masuknya investor ke perusahaan pada dasarnya berkaitan dengan kepemilikan saham atau kepentingan dalam perusahaan. Hal tersebut tidak otomatis berarti seluruh aset yang sebelumnya dimiliki founder berpindah kepada perusahaan atau investor. Karena itu, harus ada kejelasan mengenai siapa pemilik aset dan berdasarkan hubungan hukum apa aset tersebut digunakan oleh perusahaan. 

Bedakan Kepemilikan Saham dengan Kepemilikan IP

Misalnya, Anda sebagai founder memiliki merek “JKL” sebelum mendirikan perusahaan. Kemudian, perusahaan baru didirikan dan investor masuk dengan saham 40%. Apakah investor otomatis menjadi pemilik 40% dari merek “JKL”? 

Apabila merek sebelumnya dimiliki founder secara pribadi, perlu ada dokumen yang menjelaskan apakah merek tersebut :  

  1. Tetap dimiliki founder;
  2. Dilisensikan kepada perusahaan; atau
  3. Dialihkan kepemilikannya kepada perusahaan.

Founder dapat mengalihkan hak atas merek tersebut kepada perusahaan. UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur bahwa hak atas merek terdaftar dapat beralih atau dialihkan, salah satunya berdasarkan perjanjian.

Selain itu, founder juga dapat mempertahankan kepemilikan mereknya dengan memberikan lisensi kepada perusahaan untuk menggunakan merek tersebut. Dengan struktur ini, perusahaan memperoleh hak untuk menggunakan merek berdasarkan perjanjian sementara kepemilikan merek tetap berada pada founder.

Baca juga: Jangan Salah Langkah! Daftar Merek Atas Nama Pribadi atau PT

Founder Menentukan Struktur IP Sebelum Investor Masuk

Idealnya, persoalan IP sudah dibahas sebelum transaksi investasi ditandatangani. Founder dapat melakukan audit sederhana meliputi inventarisasi semua IP, periksa siapa pemiliknya, menentukan apa yang akan diberikan kepada perusahaan, dan masukkan ke dokumen investasi.

Baca juga: Jangan Tunda! Waktu yang Tepat Membuat Founders Agreement

Menerima investasi dapat menjadi langkah penting untuk mengembangkan bisnis. Namun, sebaiknya founder tidak hanya mempersiapkan valuasi perusahaan dan pembagian saham. Kekayaan intelektual juga perlu masuk dalam pembicaraan. 

Sengketa CHERIA menunjukkan bahwa ketika bisnis founder berkembang menjadi perusahaan dengan investor dan hubungan para pihak menjadi kompleks, status aset tidak berwujud dapat menjadi bagian penting dari hubungan hukum para pihak. 

Tim konsultan Merek dari Legalo siap mengamankan posisi Anda di meja negosiasi. Kami melayani audit kekayaan intelektual, penyusunan draf Perjanjian Lisensi maupun akta pengalihan hak merek, hingga review dokumen Founders Agreement sebelum investor menyuntikkan dananya.

Amankan Aset Intelektual Anda Sebelum Menandatangani Kontrak Investasi! Konsultasikan Struktur Hukum Bisnis Anda Bersama Legalo Sekarang.

Author: Andrea Tiorein

Dapatkan informasi lebih banyak melalui

Berbisnis Makin Optimis

Artikel Pilihan Untukmu