Posted in

Merek Mirip Kompetitor tapi Logo Berbeda? Ini Risikonya

merek mirip kompetitor

“Merek mirip kompetitor tapi logo berbeda belum tentu aman. Pahami persamaan pada pokoknya, risiko penolakan, dan cara cek merek sebelum daftar.”

Ketika membangun sebuah bisnis, nama merek sering menjadi salah satu aset yang paling penting. Nama tersebut digunakan dalam pemasaran, kemasan produk, outlet, hingga membangun hubungan dengan pelanggan.

Namun, dalam proses pengembangan brand, perusahaan dapat menemukan kondisi yang cukup sering terjadi: nama merek yang ingin digunakan ternyata mirip dengan merek kompetitor, tetapi memiliki logo, warna, atau desain visual yang berbeda.

Apakah kondisi tersebut otomatis membuat merek aman untuk digunakan?

Jawabannya, belum tentu.

Dalam hukum merek, pemeriksaan tidak hanya melihat apakah logo terlihat sama atau berbeda. Suatu merek tetap dapat memiliki risiko ditolak apabila terdapat persamaan pada pokoknya dengan merek pihak lain, terutama untuk barang dan/atau jasa sejenis.

Karena itu, sebelum menginvestasikan biaya besar untuk branding, kemasan, pemasaran, atau ekspansi bisnis, perusahaan perlu memastikan bahwa merek yang digunakan memiliki posisi hukum yang cukup kuat.

Logo Berbeda, Apakah Merek Tetap Bisa Dianggap Mirip?

Banyak pelaku usaha beranggapan bahwa selama logo berbeda, maka penggunaan nama yang mirip dengan kompetitor tidak menjadi masalah.

Padahal, dalam pemeriksaan merek, logo hanyalah salah satu unsur yang dinilai.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, permohonan merek dapat ditolak apabila memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan:

  • merek terdaftar milik pihak lain; atau
  • merek yang telah lebih dahulu diajukan permohonannya,

untuk barang dan/atau jasa sejenis.

Artinya, perbedaan visual tidak otomatis menghilangkan potensi persamaan.

Sebagai contoh:

Sebuah bisnis ingin mendaftarkan merek “ABC Coffee” dengan logo baru, warna berbeda, dan desain modern.

Namun, sebelumnya sudah terdapat merek “ABSee Coffee” pada kelas jasa yang sama.

Meskipun tampilan logonya berbeda, kemiripan unsur nama dan bunyi tetap dapat menjadi faktor yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dalam praktiknya, pemeriksaan merek akan melihat keseluruhan kesan yang muncul dari merek tersebut.

Baca juga: Awas Ditolak! Cara Cek Merek Dagang Sebelum Didaftarkan

Apa Itu Persamaan pada Pokoknya dalam Merek?

Persamaan pada pokoknya merupakan kondisi ketika terdapat kemiripan pada unsur dominan suatu merek sehingga dapat menimbulkan kesan adanya hubungan antara satu merek dengan merek lainnya.

Penilaian tersebut dapat mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain:

1. Persamaan Penulisan

Contohnya:

  • perbedaan satu atau dua huruf;
  • penggunaan ejaan berbeda;
  • variasi penulisan yang tetap memiliki kemiripan.

Perubahan kecil dalam penulisan tidak selalu membuat suatu merek menjadi berbeda secara hukum.

2. Persamaan Bunyi atau Pengucapan

Dua merek dapat dianggap memiliki kemiripan apabila ketika diucapkan menghasilkan bunyi yang hampir sama.

Misalnya, merek dengan tulisan berbeda tetapi memiliki pelafalan yang serupa.

Hal ini penting karena konsumen sering kali mengenali sebuah brand melalui penyebutan nama, bukan hanya tampilan visual.

3. Persamaan Unsur Dominan

Tidak semua bagian dalam merek memiliki tingkat kepentingan yang sama.

Pemeriksaan dapat berfokus pada unsur yang paling menonjol atau menjadi identitas utama suatu merek.

Misalnya, tambahan kata seperti:

  • official;
  • Indonesia;
  • group;
  • store;

tidak selalu menghilangkan kemiripan apabila unsur utama mereknya tetap sama.

Baca juga: Apa Itu Persamaan pada Pokoknya? Belajar dari Sengketa Hugo Boss

Apakah Merek Mirip Selalu Ditolak?

Tidak selalu.

Kemiripan nama tidak otomatis berarti permohonan merek pasti ditolak.

Pemeriksaan merek dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk:

  • jenis barang atau jasa;
  • kelas merek;
  • tingkat kemiripan;
  • unsur dominan;
  • keseluruhan kesan merek.

Misalnya, dua merek memiliki nama yang mirip tetapi digunakan untuk bidang usaha yang berbeda jauh. Kondisi tersebut dapat memiliki penilaian berbeda dibandingkan dua merek yang sama-sama bergerak dalam sektor yang sama.

Karena itu, analisis merek tidak cukup hanya dengan mencari apakah terdapat nama yang sama persis.

Risiko Menggunakan Merek Mirip Kompetitor

Menggunakan merek yang memiliki kemiripan dengan kompetitor dapat menimbulkan beberapa risiko bisnis.

1. Permohonan Merek Ditolak

Jika perusahaan baru mengajukan pendaftaran dan ditemukan memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdahulu, permohonan dapat menghadapi penolakan.

Akibatnya, perusahaan perlu mencari alternatif merek atau melakukan perubahan strategi branding.

2. Biaya Rebranding Semakin Besar

Risiko terbesar sering muncul ketika bisnis sudah berkembang.

Misalnya:

  • kemasan sudah diproduksi;
  • toko sudah menggunakan nama tersebut;
  • iklan sudah berjalan;
  • pelanggan sudah mengenal brand.

Jika kemudian muncul masalah merek, biaya perubahan identitas bisnis dapat menjadi signifikan.

3. Hambatan Saat Ekspansi Bisnis

Merek yang belum memiliki posisi hukum jelas dapat menjadi hambatan ketika perusahaan ingin:

  • membuka cabang;
  • masuk marketplace;
  • bekerja sama dengan investor;
  • melakukan franchise;
  • masuk pasar internasional.

Bagi bisnis yang sedang bertumbuh, merek bukan hanya identitas, tetapi juga aset bisnis yang perlu dilindungi.

Bagaimana Mengecek Apakah Merek Aman Sebelum Digunakan?

Sebelum melakukan pendaftaran merek, perusahaan sebaiknya melakukan pemeriksaan awal (trademark search).

Pemeriksaan dapat mencakup:

1. Mengecek Nama Merek

Jangan hanya mencari nama yang sama persis.

Periksa juga:

  • variasi ejaan;
  • kemiripan bunyi;
  • kombinasi kata;
  • merek dengan unsur dominan yang sama.

2. Memeriksa Kelas Barang/Jasa

Perlindungan merek berkaitan dengan barang dan/atau jasa yang didaftarkan.

Karena itu, pemeriksaan perlu mempertimbangkan apakah merek serupa digunakan untuk kelas yang sama atau berkaitan.

3. Mengevaluasi Strategi Brand Jangka Panjang

Sebuah merek yang terlihat aman untuk penggunaan awal belum tentu aman ketika bisnis berkembang.

Perusahaan perlu mempertimbangkan rencana:

  • penambahan produk;
  • ekspansi wilayah;
  • franchise;
  • lisensi;
  • ekspansi internasional.

Semakin besar investasi terhadap sebuah brand, semakin penting memastikan fondasi hukumnya sejak awal.

Bangun Brand dengan Perlindungan Hukum yang Tepat

Logo yang berbeda memang dapat menjadi pembeda secara visual, tetapi bukan satu-satunya faktor dalam menentukan keamanan sebuah merek.

Sebelum mengembangkan bisnis menggunakan sebuah nama, perusahaan perlu memastikan tidak terdapat risiko persamaan pada pokoknya dengan merek pihak lain.

Pemeriksaan sejak awal dapat membantu perusahaan menghindari biaya rebranding, sengketa, dan hambatan ketika bisnis mulai berkembang.

Tim konsultan Merek dari Legalo siap mengamankan identitas brand Anda. Kami melayani penelusuran (screening) mendalam untuk meminimalisasi risiko penolakan, analisis persamaan pada pokoknya, hingga pengawalan pendaftaran sertifikat merek secara komprehensif di Kemenkumham.

Jangan Ambil Risiko Pendaftaran Ditolak! Konsultasikan Penelusuran Perlindungan Merek Anda Bersama Legalo Sekarang.

Author: Andrea Tiorein

Dapatkan informasi lebih banyak melalui

Berbisnis Makin Optimis

Artikel Pilihan Untukmu