Posted in

Tiru 5 Contoh Brand Awareness Ini, Jangan Lupa Hak Merek!

contoh brand awareness

“Percuma viral jika nama bisnis Anda direbut kompetitor! Pelajari 5 contoh brand awareness merek terkenal dan pentingnya perlindungan hukum.”

Bagi pelaku usaha, brand awareness (kesadaran merek) adalah aset tak berwujud yang sangat berharga. Semakin mudah suatu merek diingat oleh konsumen, semakin besar pula probabilitas konsumen untuk memilih produk tersebut dibandingkan dengan produk milik kompetitor.

Banyak UMKM dan startup rela menghabiskan dana besar untuk endorsement, iklan digital, hingga promosi masif demi mendongkrak popularitas brand. Namun, membangun brand awareness saja tidak cukup. Identitas merek yang sudah viral di masyarakat tersebut harus dilindungi secara hukum agar tidak dirampas oleh pihak lain.

Mari bedah bagaimana merek terkenal membangun popularitasnya melalui berbagai contoh brand awareness yang sukses, dan mengapa legalitas adalah tameng utamanya.

Apa itu Brand Awareness? 

Secara harfiah, brand awareness adalah tingkat kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat suatu merek ketika mereka membutuhkan produk atau jasa tertentu. Merek yang menancap kuat di benak konsumen akan otomatis menjadi identitas bisnis yang sangat dipercaya.

Konsep marketing ini sangat selaras dengan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Dalam kacamata hukum, merek adalah “tanda untuk membedakan barang dan/atau jasa” dalam kegiatan perdagangan.

Semakin kuat daya pembeda yang dimiliki suatu merek secara legal, semakin mudah bagi konsumen untuk mengenali dan mengingat produk tersebut di pasaran.

5 Contoh Brand Awareness yang Berhasil di Indonesia

Mencari contoh brand awareness yang sukses merajai pasar Indonesia tidaklah sulit. Berikut adalah lima merek ikonik yang berhasil membangun identitas kuat di benak konsumen

1. Indomie

Ketika masyarakat Indonesia membicarakan mie instan, nama Indomie hampir selalu menjadi merek pertama yang muncul di benak banyak orang. Bahkan, tidak sedikit konsumen yang menggunakan kata “Indomie” untuk menyebut mie instan secara umum. Brand awareness yang kuat dibangun melalui konsistensi kualitas produk, inovasi varian rasa, distribusi yang luas, serta kampanye pemasaran yang dilakukan selama puluhan tahun. 

2. AQUA

Fenomena serupa juga terjadi pada AQUA. Banyak konsumen yang spontan menyebut “Beli AQUA” ketika ingin membeli air minum dalam kemasan, tanpa memperhatikan merek apa yang sebenarnya diberikan oleh penjual.

Catatan Hukum: Kondisi ini menunjukkan tingginya tingkat pengenalan merek. Namun di sisi lain, pemilik merek harus ekstra waspada menjaga identitas hukumnya agar nama brand tidak berubah menjadi istilah generik (milik umum) yang menghilangkan daya pembedanya.

3. Soyjoy

Soyjoy berhasil membangun citra sebagai camilan sehat berbahan dasar kedelai. Meskipun banyak produk serupa di pasaran, konsumen tetap mudah mengingat Soyjoy karena positioning yang konsisten sebagai kudapan sehat.

4. Bango

Bango berhasil membangun identitas sebagai kecap manis yang identik dengan cita rasa masakan Indonesia. Selain kualitas produk, Bango juga memperkuat brand awareness melalui kampanye kuliner, festival makanan, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM. 

5. Wardah

Wardah merupakan contoh bagaimana sebuah merek dapat membangun brand awareness melalui identitas yang jelas. Sejak awal, Wardah dikenal sebagai merek kosmetik halal yang mengedepankan kualitas, inovasi, dan edukasi kepada konsumennya. 

Konsistensi dalam membangun citra merek membuat Wardah berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu merek kosmetik lokal yang paling dikenal masyarakat Indonesia. 

Cara Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda

Membangun kesadaran merek membutuhkan strategi yang dieksekusi secara konsisten. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM antara lain:

  • Menggunakan nama merek yang unik, mudah diucapkan, dan mudah diingat.
  • Menciptakan logo dan identitas visual (warna/tipografi) yang konsisten di semua platform.
  • Aktif melakukan promosi dan interaksi melalui media digital maupun konvensional.
  • Membangun hubungan dan pengalaman pelanggan (customer experience) yang sangat baik.

Baca juga: Jangan Asal Bikin! Cara Pilih Nama Merek Bebas Tolak

Brand Awareness Harus Didukung dengan Perlindungan Hukum

Pelaku usaha sebaiknya segera mendaftarkan mereknya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Berdasarkan Pasal 3 UU 20/2016, hak atas merek diperoleh setelah merek tersebut terdaftar. Ketentuan ini merupakan cerminan atas asas first to file dimana hak eksklusif suatu merek diberikan kepada pihak yang pertama kali mengajukan permohonan pendaftaran. 

Keberhasilan membangun brand awareness dan memiliki banyak pelanggan tidak otomatis memberikan perlindungan hukum apabila merek belum didaftarkan. Membangun brand awareness dan mendaftarkan merek merupakan dua langkah yang tidak dapat dipisahkan. Brand awareness membantu meningkatkan nilai bisnis, sedangkan pendaftaran merek memberikan kepastian hukum atas identitas bisnis tersebut. 

Baca juga: Rahasia Lolos Pendaftaran Merek : Mengapa Penelusuran Merek Menjadi Penting

Keberhasilan merek seperti Indomie, AQUA, Soyjoy, Bango, dan Wardah membuktikan bahwa brand awareness adalah kunci memenangkan hati pasar. Namun di balik kesuksesan pemasaran tersebut, ada kepatuhan hukum (pendaftaran HKI) yang memastikan identitas bisnis mereka selalu aman dari penyalahgunaan pihak lain.

Brand awareness membantu meningkatkan nilai bisnis Anda, sedangkan pendaftaran merek memberikan kepastian hukum agar nilai bisnis tersebut tidak dirampas orang lain. Keduanya adalah langkah mutlak yang tidak bisa dipisahkan.

Jangan biarkan investasi marketing Anda menjadi celah bagi kompetitor. Tim konsultan hukum Legalo siap melayani Anda mulai dari penelusuran potensi kelolosan merek di pangkalan data DJKI, proses pendaftaran, hingga perpanjangan masa perlindungan sertifikat.

Bangun Brand Awareness Anda Tanpa Rasa Khawatir! Konsultasikan Perlindungan Merek Bisnis Anda Bersama Legalo Sekarang.

Author: Andrea Tiorein

Dapatkan informasi lebih banyak melalui

Berbisnis Makin Optimis

Artikel Pilihan Untukmu